“For softer and sweeter hair.”
Advertising Agency: Leagas Delaney, Milan, Italy
Art Director: Selmi Bali Barissever
Copywriter: Marco D’alfonso
Photographer: LSD
Published: July 2010
Advertising Agency : Publicis, Jakarta, Indonesia
Executive Creative Director : Randy Rinaldi
Creative Director : Roy Sagala
Art Director : Yohannes Chayadi / Eddu Enoary / Randy Rinaldi
Copywriter : Dono Yuniarto / Roy Sagala
Agency Producer : Ungky Widyoastono
Typographer : Yohannes Chayadi
Senior Account Director : Iwana Frederika
Country : Indonesia
Baru-baru ini saya update status di facebook yang ada hubungannya sama yang satu ini.
Jadi sekalian aja, pikir saya.
Oke. Jadi, kenapa alay ini heboh banget belakangan?
(bahkan kakak saya yang pertama baru tahu ada istilah ini setelah melihat update-an status saya. Lucu.)
Banyak yg menafsirkan kalo kaum yang disebut dengan alay ini adalah orang yang gemar melukiskan huruf-huruf dalam rangkaian yang unik dan ajaib. (sepertinya kita sudah tahu lah ya, gimana penulisannya..) gWe kH4n 94Ho0033LL aB1ezZZzzTtt!! Yah,. Kaya gitu lah kira-kira.
Saya punya perspektif sendiri tentang bagaimana kaum ini bisa ada dan bagaimana saya memandang mereka.
Mereka ada karena adanya kebutuhan akan pengakuan diri dan mungkin sedikit banyak terjebak dalam dunia yang disebut-sebut begitu mengaggungkan ‘EKSIS ‘ sebagai sapaan dekat mereka.
Media aktualisasi diri makin banyak. Orang makin bebas menyuarakan isi hati.
“Peduli setan itu nyakitin orang atau pihak tertentu, yang penting gue lega… dan EKSIS.”
Versi saya.
Omongannya kasar dan ga diayak
Alay.
Ngomongin kejelekan orang di belakang orangnya
Alay.
Sombong akan kemampuan
Alay.
Nularin orang biar merasa seperti yang dia rasa
Alay.
Update tw**** nunjukkin kegalauan
ALAY. Plus LEBAY.
Tiap jam update status jejaring social sampe timeline penuh sama update status sendiri
Alay.
Rambut dicat aneh-aneh padahal ga cocok
Alay.
Suka main layangan.
Alay.
Yaudah, segini aja daripada saya jadi ikut-ikutan alay.
Atau jangan-jangan saya udah alay tapi ga ngerasa. Hmm.. alay teriak alay.
Somehow, saya berpikir bahwa Batman itu beruntung karena dia kaya.
Dikisahkan di filmnya, Batman uda engga punya orangtua dan katanya dia adalah keturunan terakhir dari Wayne’s Family. Hmm, berarti dia ga punya sodara kan. (atau setidaknya biarkanlah saya beranggapan demikian).
Bruce Wayne yang adalah Batman adalah sosok superhero yang paling wah dibandingkan superhero reporter macam Spiderman. Tajir, dikelilingi cewe-cewe cantik di kehidupan nyata, bisa beli hotel mewah dengan tandatangan aja, dann segala gaya hidup mewah bisa dia nikmatin.
Tapi, coba lihat.
Coba bayangkan kalau dia itu engga kaya. Dan hanya seorang penjual susu keliling yang ada di drama2 dan menjalin kisah romantic dengan salah satu pelanggannya. (haha, apa sih)
"If he is not a rich people. He won’t get a loyal attendant as Mr. Alfred did."
Agak janggal kan kalo penjual susu keliling (lagi) punya pelayan setia turun temurun kaya gitu. Setia dan baiikk banget lagi..
"If he is not a rich people. He won’t get any easy access to build what he wants, as the costume, and every facilities that support his desire (great lab for the great car, weapons, and the mask :p)"
"If he is not a rich people. In the same situation while his parents were killed. It is just so sad and.. lonely to have no one in the house. Or some cousins you can visit to."
"If he is not a rich people. He will involve his ability to support his routine activity because he has to fulfill the necessity of his life."
Yahh, macam spiderman gitu yang mati2an kerja biar punya duit. Hha.
Dann, spiderman itu masih lebih beruntung banget.
Coba bayangin (lagi):
Batman ga kaya. Ga punya siapa2 (keluarga dekat). Punya trauma hebat. Pacar ga ada. Harus cari duit bener2 buat nyambung hidup. Pendidikan ga pernah diceritain (tau2 dia udah gede, dan pewaris tunggal Wayne Enterprise)
Spiderman. Punya keluarga (Bibi). Punya pacar. Ga punya trauma hebat. Pinter dan cerdas! Paling suka stress tentang hidup (yaiyalah)
OHHHH!!!
Saya ngerti. Jadi ini maksudnya kalo Spiderman itu superhero yang ‘manusiawi’ banget.
Karna dia bener2 dekat sama kehidupan mayoritas kita.
Hidup seadanya. Berusaha memenuhi kebutuhan. Dapet omelan, cemoohan karena dibilang nerd. Dipecat. Ngelamar sana-sini. Konflik ngalah demi orang yang disuka dan sahabat.
Dan yak. SAHABAT.
Dia punya sahabat. (yah, walaupun pada akhirnya sahabatnya itu jadi musuhnya..)